ROHIL - Penghulu Suak Temenggung, Kartono, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Rokan Hilir (Rohil) atas program normalisasi yang diapresiasi sebagai respons umum terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi banjir atau masalah irigasi.
Normalisasi sungai atau parit memberikan manfaat besar, terutama di daerah seperti Kepenghuluan Suak Temenggung yang menghadapi tantangan banjir dan pertanian.
Manfaat utamanya meliputi:
Pencegahan Banjir: Dengan memperlancar aliran air, risiko luapan saat curah hujan tinggi berkurang drastis, melindungi permukiman dan infrastruktur.
Peningkatan Produktivitas Pertanian: Normalisasi memastikan drainase yang efektif di lahan pertanian, mencegah genangan air yang merusak tanaman dan memungkinkan pengelolaan irigasi yang lebih baik.
Perbaikan Kualitas Air: Aliran yang lebih lancar mengurangi stagnasi, yang membantu menjaga kualitas air dan ekosistem lokal.
Penghulu Suak Temenggung, Kartono, juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemda atas terealisasinya kegiatan normalisasi di lokasi SK 6 RT 01 RW 01 Dusun Sukajadi, terutama saat musim penghujan.
Normalisasi saluran air atau drainase merupakan kegiatan penting untuk mencegah banjir dan genangan air, sehingga masyarakat menyambut baik program tersebut.
"Apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Rohil, Bapak H. Bistamam, serta Kepala Dinas PUPR Rohil, Bapak Khoirul Fahmi, S.T., M.T., atas terealisasinya normalisasi sungai/parit di wilayah kami. Langkah ini sangat berarti dalam mengurangi ancaman banjir di musim penghujan menahun," ujarnya.
Penghulu Suak Temenggung menyebutkan, atas realisasi program normalisasi sungai atau parit dapat mengatasi banjir di wilayah Suak Temenggung, Kecamatan Pekaitan, Rohil.
Untuk itu, lanjut dia, apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Dinas PUTR atas pekerjaan normalisasi parit, khususnya di lokasi SK 6 ini. Normalisasi parit ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Rohil, Khoirul Fahmi melalui Kepala Bidang SDA Hermanto, SH mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rohil berkomitmen untuk memastikan kelancaran aliran air di daerah-daerah yang rentan terhadap banjir. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dan penanggulangan banjir di wilayah Rohil.
Program normalisasi, sebutnya, yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi saluran air seperti sungai dan drainase, sering kali menjadi prioritas Pemda karena urgensinya yang tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat dari bencana banjir.
Prioritas ini didasari oleh beberapa faktor kunci:
• Perlindungan dari Bencana: Normalisasi secara signifikan mengurangi risiko dan dampak banjir, melindungi nyawa, properti, dan infrastruktur publik.
• Peningkatan Kualitas Hidup: Mengurangi frekuensi banjir berarti masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman, tanpa khawatir akan kerusakan akibat air bah.
• Keberlanjutan Ekonomi: Banjir menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Dengan mengendalikan banjir, aktivitas ekonomi masyarakat, seperti pertanian, perdagangan, dan transportasi, dapat berjalan lancar.
• Mitigasi Jangka Panjang: Normalisasi adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem di masa mendatang. (Rz)

